Oleh: Ahmad Asrori

“Hidup adalah perjuangan. Perjuangan adalah perang, perang melawan kebodohan.”

            Demikianlah pesan yang disampaikan oleh Ust. Muato’, M.Pd. (Guru Agama PMS Kendal) untuk menyemangati para santri yang sedang mengikuti ekstra keagamaan bidang ilmu kemasyarakatan yang meliputi khutbah, bilal, tahlil dan imam. Ekstra tersebut merupakan ikhtiar Pondok Pesantren Modern Selamat Kendal untuk mendidik dan mencetak santri untuk berkontribusi di tengah masyarakat, sehingga akan bermanfaat keberadaanya. Hal ini selaras dengan hadist Nabi Muhammad SAW. yang berbunyi: “Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni).

            Menjadi sebuah keharusan dan hal yang wajar, seorang santri menguasai ilmu kemasyarakatan. Sebab santrilah yang nanti akan menjadi garda terdepan, ketika masyarakat dihadapkan dengan problematika dan ritual keagamaan yang bersifat komunal. Misalnya tradisi tahlilan (bagi yang beraliran NU), pidato, khutbah dan bilal jum’at. Maka, santri harus benar-benar dipastikan dan memastikan dirinya matang dalam keilmuan, sehingga mampu untuk meperjuangkan agama di tengah masyarakat.

            Dengan demikian, PMS Kendal berusaha semaksimal mungkin membekali keilmuan kemasyarakatan kepada seluruh santri. Bahkan, tidak hanya dalam hal teori, tetapi juga praktik langsung, misalnya memimpin tahlil, pidato, imam sholat, bilal dan khutbah jum’at. Semoga dengan upaya tersebut, PMS Kendal mampu  mencetak santri berkualitas dan siap untuk berkontribusi di tengah masyarakat. Amiin.

44 Comments

  1. Santri harus siap berkontribusi ditengah masyarakat, semoga ilmu yang didapat di PMS berkah dan manfaad fiddunya wal akhiroh

Leave a Comment