Oleh: Ahmad Asrori, S.H.

Hati yang ikhlas dan doa yang tulus adalah dua tentara yang tak terkalahkan.

Demikianlah petuah yang disampaikan oleh Ibn Taimiyyah tentang pentingnya sebuah keikhlasan menjadi benteng melawan hawa nafsu. Ikhlas adalah amalan hati yang perlu mendapat perhatian khusus, mendalam dan terus-menerus. Baik ketika akan beramal, sedang meramal, maupun sesudah beramal. Hal ini bermaksud, agar amal yang dilakukan mendapatkan pengakuan di hadapan Allah.

Hal demikian, selaras dengan Firman Allah dalam QS. Al-Bayyinah ayat 5, yang artinya:  “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus”. Maksud dari agama yang lurus dari ayat tersebut adalah agar kita terhindar dari perkara yang syirik dan menuju ketauhidan yang murni. Nah, di sinilah posisi ikhlas, betapa pentingnya dalam beribadah dan berkehidupan, yakni agar amal tidak sia-sia dan tidak mendapatkan azab di dunia dan di akhirat.

Lebih lagi, kemarin sudah melewati hari raya Idul Adha 1442 H, artinya di dalamnya terdapat pelajaran untuk berqurban. Berqurban tidak semata-mata agar mendapat pujian dari orang, tetapi lebih dari itu, yakni berqurban dengan ikhlas sebagai bukti sebagai hamba yang berbakti kepada Allah. Semoga kita semua mampu mengambil pelajaran dari Idul adha dan menerapkan keikhlasan di setiap sendi kehidupan. Wallahu A’lamu Bil Al-showwaab.

1 Comment

  1. Subhanallah, semoga ditahun mendatang kita semua bisa melaksanakan tuntunan Nabi Ibrahim AS dengan berkurban. Aaamiin

Leave a Comment