Oleh: Ahmad Asrori

Guru Agama Pondok Modern Selamat Kendal

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik”

            Demikianlah hadist riwayat Bukhori, bahwa Nabi Muhammad SAW. diutus kepada kepada umat muslim di dunia untuk menyempurnakan akhlak atau perilaku. Dari akhlak yang buruk ke akhalak yang lebih baik, dari akhlak dusta ke akhlak yang mulia. Tentu perjuangan Nabi untuk menyempurnakan akhlak tidak hanya ketika Nabi Masih hidup, tetapi terus berjalan hingga sekarang. Baik melalui personal maupun komunal, baik melalui pribadi maupun lembaga.

            Hal ini diperkuat lagi dalam QS. Al-Ahzab: 21 yang artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. Maka jelas bahwa, tauladan bagi umat manusia dalam segala aspek kehidupan sudah ada pada diri Rosulullah. Karena inilah, Nabi Muhammad dinobatkan sebagai orang nomor satu yang berpengaruh di dunia oleh Michael Hart dalm bukunya “100 orang yang paling berpengaruh di Dunia”

            Menurut Habib Umar bin Hafidz bahwa, “Orang yang tinggi akhlaknya, tetapi rendah ilmunya, lebih baik dari pada orang yang memiliki banyak ilmu tapi tidak memiliki akhlak”. Hal ini sesuai dengan realitas di masyrakat, banyak orang pintar tetapi kepintaranya untuk “memintari” atau “bodohi” orang lain, contohnya adalah para koruptor. Mereka adalah orang terdidik, bahkan bergelar sarjana, magister, bahkan doktor, tetapi tidak memiliki akhlak, maka yang terjadi adalah kepintaranya untuk mendzolimi orang lain.

PMS dan Misi Kenabian

            Pondok Modern Selamat Kendal sebagai lembaga pendidikan pesantren yang didalamnya terdapat pendidikan formal SMP – SMA, hadir sebagai lembaga untuk meneruskan misi kenabian. Di antara metode yang digunakan adalah menjadikan “Ketawadlu’an” sebagai progam unggulan PMS Kendal. Tawadlu’ secara terminologi adalah perilaku manusia yang memiliki watak rendah hati, tidak sombong, tidak angkuh, dan tanggung jawab atas apa yang dikerjakan. Sedangkan menurut Imam Ghozali, tawadlu’ adalah menganggap oran lain lebih utama daripada kita.

            Ada beberapa metode yang digunakan PMS Kendal untuk merealisasikan progam unggulan tersebut, Pertama, membudayakan 5 S dalam lingkungan lembaga, yakni senyum, salam, sapa, sopan, dan santun baik oleh guru, santri dan seluruh civitas akedemik. Budaya ini sudah mengakar dan menjadi budaya sejak lama, sehingga jika ada santri atau orang yang tidak menerapkan budaya ini di dalam lembaga, akan dianggap sebagai orang yang aneh. 

            Kedua, memberikan materi tentang pentingnya ketawadlu’an kepada santri, baik di sekolah formal maupun di kajian-kajian keagamaan. Hal ini penting dilakukan agar santri tau kenapa santri harus bertawalu’ dan berakhlakuk karimah baik kepada diri sendiri, teman, guru dan semua orang. Harapanya semoga PMS terus Berjaya dan melahirkan generasi-generasi penerus misi nabi. Wallahu A’lamu Bil Al-showwaab.

Leave a Comment