LORD ROBERT SMITH BODEN POWEL itulah nama panjang dari seorang tokoh dunia Boden Powel. Dia adalah seorang warga negara Inggris, setelah menyelesaikan tugas wajib militer sebagai kewajiban seorang warga negara Inggris, Boden Powel perhatian kepada para remaja Inggris dan dia mengatakan bagaiman para remaja itu bisa tumbuh rasa kecintaannya kepada Inggris Raya setelah menjadi warga negara dewasa nanti.

Paragraf di atas adalah sepenggal dari sejarah Boden Powel dimana dia dikenal di dunia ini sebagai “Bapak Kepanduan Dunia”. Dengan gagasan-gagasan yang dituangkan dalam buku “Scouting For Boys”, seorang Boden Powel berani mendasarkan sebuah sistem pendidikan, yaitu pendidikan sambil bermain. Karena pendidikannya bersifat universal dan tidak membedakan agama, ras, warna kulit dan perbedaan-perbedaan lainnya, maka pendidikan kepanduan yang diterapkan Boden Powel berkembang dan banyak diikuti oleh bangsa-bangsa lain di seluruh dunia.

Dalam rangka memperingati Hari Lahir Boden Powel (Boden Powel Day), Ambalan Selamat – Sri Rahayu SMA Pondok Modern Selamat melaksanakan kegiatan yang di namai “POWELL PARTY”. Kreativitas baru dalam bidang kewirausahaan bagi siswa-siswi SMA melalui kegiatan ini merupakan implementasi aktualisasi kepramukaan di sekolah Pondok Modern Selamat Kendal.

Kepala SMA Pondok Modern Selamat Kendal Pak Karyanto mengatakan Kurikulum 2013 kegiatan Kepramukaan dilakukan dengan berbagai kegiatan dengan mengintegrasikan materi pelajaran dengan ilmu kepramukaan, Implementasi tersebut dituangkan dalam kegiatan Kewirausahaan sabtu (22/02) di halaman sekolah.

“Kami berharap, kegiatan itu dapat meningkatkan kreativitas, inovasi, dan karakter wirausaha siswa. Kegiatan ini menjadi fasilitas bagi anggota Pramuka untuk mengembangkan minat dan kemampuan selain akademik di kelas, yaitu bakat berwirausaha,” katanya.

Kegiatan yang dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa. Jaman sekarang anak dituntut tidak hanya pandai dalam sekolah saja. Justru Ilmu kewirausahaan sangat penting untuk dapat menunjukkan kemampuan dan bakat.

begitu juga Rosulullah SAW, yang memulai karir usahanya pada usia 12 tahun. Sebenarnya hal tersebut tidak tepat untuk dilakukan karena hakikat anak kecil tugasnya masih seputar belajar dan bermain. Tapi jika dilihat dari sisi belajarnya, berdagang juga merupakan proses belajar untuk membangun masa depan yang lebih terencanakan dengan pengalaman.

8 Comments

  1. Belajar di lingkungan….mengenal rasa , karsa..menumbuhkan kemampuan intelektual, bekerja kelompok, dalam suatu acara yang menggembirakan….maju terus PRAMUKAKU.

Leave a Comment