Indonesia berasal dari berbagai suku yang memiliki segudang adat istiadat di setiap daerah. Ngunduh Mantu merupakan tradisi pernikahan adat khas kebudayaan daerah Jawa Tengah, tradisi ini semacam bentuk syukur lantaran keluarga laki-laki berhasil mendapatkan menantu. Demikian, diapresiasikan oleh Guru Bahasa Jawa SMA Pondok Moderen Selamat dalam menyelenggarakan ujian praktik bagi siswa kelas XII yang berlangsung selama 2 hari yakni, tanggal 28 dan 29 Desember 2020. Prosesi kegiatan ngunduh mantu dilaksanakan untuk memenuhi ujian praktik mata pelajaran Bahasa Jawa yang diampu oleh Siti Lestari, S.Pd. Pelaksanaan praktik ngunduh mantu bermanfaat bagi siswa untuk mengenalkan sekaligus ngurip-ngurip kebudayaan jawa yang saat ini semakin pudar. Siswa didampingi guru saling bahu membahu dalam mempersiapkan kostum, alat, bahan, hingga mendekorasi tempat agar menyerupai pelaminan yang sesungguhnya. Siswa sangat antusias mengikuti serangkaian prosesi ngunduh mantu penuh dengan hikmat. Serangkaian kegiatan ini diawali dengan prosesi panggih, menyambut kedatangan menantu perempuan di keluarga laki-laki, dilanjutkan dengan balang sirih, menginjak telur, sinduran, timbang bobot, wiji dadi, kecer kucur, dan diakhiri dengan sungkeman. Penampilan ini semakin apik ditambah dengan persembahan pranotocoro yang dibawakan oleh Nafis Dhiaul Haq yang terlihat sangat piawai dalam berbahasa Jawa.

Ujian praktik kini bukanlah momok besar yang menakutkan bagi siswa di akhir semester kelas XII SMA Pondok Moderen Selamat Kendal. Ngunduh Mantu menjadi tantangan tersendiri bagi masing-masing siswa, pasalnya ada sebagian berasal dari luar jawa, mereka harus berpartisipasi melakonkan peran untuk menjadi pengantin dan keluarga mempelai.  Agel Duanda salah satu siswa kelas XII MIPA 2 yang notabene berasal dari luar jawa (read : Kalimantan Tengah) mengekspresikan kegembiraannya mengikuti ujian praktik ini. “ Bagi saya Ini pengalaman pertama melihat prosesi pernikahan adat jawa ngunduh mantu, ada banyak tantangan apalagi saya yang berasal dari luar jawa belum fasih berbahasa jawa pastinya ini juga menambah wawasan saya tentang keanekaragaman kebudayaan adat Jawa” Ujar Agel Duanda. Disamping itu, para guru sangat terbuka dan siap untuk menggembleng dan membimbing siswa yang berasal dari berbagai daerah agar belajar lebih mengenal keanekaragaman budaya dan meningkatkan keterampilan berbagai bahasa salah satunya bahasa Jawa. Melalui adanya ujian praktik ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi santri akan keanekaragaman budaya sekaligus mengenal lebih dalam tradisii upacara pernikahan adat di Jawa.

24 Comments

Leave a Comment